Pusat Kajian Deradikalisasi dan Multikultural Mendapat Dukungan Kedubes Indonesia di Cairo

Direktur Pascasarjana presentasi Term of Reference (TOR) kerja sama Provinsi Jawa Timur kerjasama dengan Observatory for Deradicalisation and Extrimism, sebuah badan dibawah payung Al Azhar University Cairo. Kerja sama ini dalam rangka menguatkan misi Pascasarjana Unisma dan menguatkan peran internasional di bidang peace keeping dan penguatan budaya multikulturalisme.

Bersama Rektor Institut Agama Islam KH Abdul Chalim, Mas’ud Said diterima oleh Dubes RI di Cairo Luthfi Rauf dan para deputi dan direktur.

Kedutaan Besar RI di Cairo sepakat mendukung proyek kerjasama yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Yayasan/Pendiri Amanatul Ummah Prof KH Asep Syaifuddin Chalim. Mengingat Indonesia memiliki kekuatan sebagai negara yang konsen dengan kerukunan dan tatanan dunia baru yang damai saling menghormati.

Baca pula Pascasarjana Unisma Jalin Kerja Sama Strategis dengan Unit Observatory of Al-Azhar Mesir.

Palaksanaan Pembukaan UUD 1945 untuk “menciptakan perdamaian dunia dan keadilan sosial” adalah kewajiban Kemenlu dan Kedubes RI dimana mana termasuk di Mesir. Mas’ud yakin apa yang kami usulkan aakan berdampak menuju kebaiakan besar ke depan.

Kunjungan ini tindak lanjut kesepakatan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Prof Dr Kyai Asep Syaifuddin Chalim pimpinan Ponpes Amanatul Ummah yg beberapa waktu lalu bertemu dengan Grand Syeich Prof Dr At Thayeb of Al Azhar University.

Baca pula S2 Pend Bahasa Indonesia bersama FKIP Unisma Gelar Konferensi Internasional

Mesir memiliki sejarah peradaban manusia kuno seperti di lembah Sungai Kuning di China, peradaban di India, peradaban Mesopotamia, peradaban bangsa Yunani Kuno, dan Suku Maya di Amerika Selatan dan perdaban kuno lainnya.

Dengan mengunjungi Mesir, kita menikmati bentang dari Sungai Nil, keindahan Spink dan great Pyramid. Mempelajari kembali cerita para Fir’aun, Nabi Yusuf AS, Kisah Nabi Musa AS dan dunia 6000- 3000 tahun sebelum Masehi. Selain itu juga belajar dari peradaban Islam seperti benteng Shalahudin Al Ayubi yang hebat. Juga sempat mengunjungi ke makam Syeich Al Busyiri pengarang Burdah.

“Kita masih perlu mendalam lagi mencari Ibrah dari kejadian 6000- 3000 an tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS atau 4500 tahun sebelum kelahiran Rasulullah SAW” Tandasnya.