Mahasiswa S3 PAI dari Rombongan Belajar Pontianak Lulus Ujian Terbuka

Malang – Mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam Multikultural kembali mengikuti ujian terbuka pada kamis (16/07) menyusul rekannya yang ujian terbuka pada 3 hari sebelumnya. Ujian sekaligus promosi doktor ini memberikan kesempatan pada Promovendus Suherdiyanto dan Promovendus Sudirmansyah.

Baca pula 3 Mahasiswa dari Bangka Belitung dan Pontianak Pertahakan Disertasi Saat Ujian Terbuka

Penguji eksternal pada ujian S3 ini menghadirkan Dr. Basuki Wibowo, M.Pd dari Universitas PGRI Pontianak. Sejalan dengan lokus disertasi seselelggarkan di Pontinak.

Total ada 7 dewan penguji, dipimpin oleh Prof. Drs. H. Junaidi Mistar M.Pd., Ph.D., rektor UNISMA dan sekretaris sidang, Prof. Masud Said, MM., Ph.D., Direktur Pascasarjana. 4 penguji lainnya ialah Prof. Dr. Imam Suprayogo, Prof. Dr. Maskuri, M.Si., Dr. Moh. Afifulloh M.Pd. dan Dr. Abdul Jalil M.Pd.

Suherdiyanto mengangkat disertasi berjudul “Budaya Multikultural Sebagai Modal Menciptakan Hidup Harmoni Perspektif Pendidikan Islam Multikultural di Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Pontianak.”

Sudirmansyah mempertahan disertasi yang bejudul “Desa Sadar Kerukunan sebagai Basis Pengembangan Pendidikan Agama Islam Multikultural di Desa Sungai Paduan Teluk Batang Kayong Utara”

Suherdiyanto mahasiswa pontianak tanya jawab tenetang disertasi
Sudirmansyah Mahsiswa rombongan belajar pontiana menerima SK Kelulusan ujian terbuka
Sudirmansyah Mahsiswa rombongan belajar pontiana menerima SK Kelulusan ujian terbuka
Dalam kesan pesannya, Suherdiyanto tidak menyangka mencapai hingga titik hingga pendidikan doktor.  Latar belakang yang bukan dari  keluarga pendidikan tinggi membuat capaian ini ialah hal yang luar biasa baginya.
“Kami ucapkan terima kasih kepada ibu kami, yang bahkan ia hanya tamatan SD” tandasnya.

Surdimasyah dengan rendah hati menyatakan bahwa capaian ini tentu karena rahmat Allah. Banyak yang berasal dari luar diri kita. Doa orang tua, istri hingga anak-anaknya. Pendidikan di sini tidak hanya transfer of knowledge, tetapi membentuk hunungan hubungan spiritual/ruhiyah.

“Beberapa waktu lalu kami bermimpi bertemu prof Yakub Cikusin selaku promotor kami. Saya bermimpi dia terharu melihat saya. Dan saya sedang menggunakan pakaian yang saya pakai saat ini” ceritanya dengan penuh haru

Suherdiyanto dinyatakan lulus dengan predikat dengan pujian sedangkan Sudirmansyah lulus dengan predukat sangat memuaskan. Selamat. Semoga berkal ilmu dari UNISMA dapat terus dimplementasikan di Pontinak, khususnya lingkungan kerja masing-masing.