5 Mahasiswa Asing Ikuti OSHIKA MABA di Pascasarjana

Mahasiswa asal Uzbekhistan, Egamberdieva Mohlaroyin menerima topi sebagai tanda diterima di UNISMA

Malang, 12 Oktober 2024 – Sebanyak lima mahasiswa asing mengikuti kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) di Program Pascasarjana Universitas Islam Malang. Para mahasiswa tersebut berasal dari dua negara, yaitu Uzbekistan dan Timor Leste. Kegiatan ini diselenggarakan di Hall Abdurrahman Wahid, lantai 7 gedung Ali bin Abi Tholib, pada hari 12 Oktober 2024.

Dua mahasiswa dari Uzbekistan tercatat di Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu Egamberdieva Mohlaroyin dan Sultanova Sevara. Keduanya merupakan alumni program pertukaran pelajar internasional dan kini melanjutkan pendidikan mereka di Universitas Islam Malang.

Sementara itu, tiga mahasiswa asal Timor Leste tersebar di dua program studi yang berbeda. Denilson Pereira Lay mengambil Magister Manajemen, sedangkan Domingis Correia Tavares dan Anastacio Mendonca melanjutkan studi di Magister Hukum.

baca pula Direktur Pascasarjana Turut Kuatkan Kerjasama Internasional

Sevara menyatakan alasannya masuk UNISMA, karena memang sudah pernah belajar di UNISMA dan merasa cocok dengan sistem pendidikan yang ada.

“Why I choose UNISMA is because I’ve been in Indonesia before, and I like the educational system, teachers and  others. So I really like Indonesia and Indonesian people”

Egamberdieva Mohlaroyin dengan nama panggila Alya juga mengungkapkan hal yang sama.

“The reason why I choose UNISMA is I have always intention to be close to traditional of Indonesia. I’ve had information of the high eduaction quality of  UNISMA. And this makes me to continue my study here”.

Dengan mengikuti OSHIKA MABA, para mahasiswa asing ini diharapkan dapat lebih mudah berintegrasi ke dalam komunitas akademik dan sosial di Universitas Islam Malang. Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti pengenalan kampus, sistem perkuliahan, serta kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Mahasiswa asing ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya universitas untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan di tingkat pascasarjana, sekaligus menjalin hubungan yang lebih erat dengan negara-negara asal mereka.