Malang (07/10) Professor National Pingtung University (NPTU), Prof. Ted Yuchung Liu Berikan Kuliah di Universitas Islam Malang. Agenda bertajuk Guest Lecture mengusung tema “Overcoming chalenges in international publication; Tips and Best Practices”. Agenda diselnggarakan bersama antara Magister Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam dan Magister Pendidikan Bahasa Inggris.
Guru besar NPTU disambut hangat oleh Direktur Pascasarjana Unisma, Prof. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D., “Dalam kesempaytan yang luar biasa ini, Saya menyampaikan selamat datang kepada Narasumber kuci kita saat ini yaitu Prof. Ted Yuchung Liu dari National Pingtung University Taiwan”
Prof. Ted Yuchung liu merasa senang dan terhormat telah diundang oleh Universitas Islam Malang dan mengucapkan terima kasih telah diberikan kesempatan untuk berbagi tentang publikasi. “Saya sangat menikmati kerjasama antara unisma dan NPTU”
Guru besar dalam bidang education ini juga berharap persahabatan antara Unisma and NPTU dapat terus semakin erat. “I hope the cooperation between National Pingtung University and Unisma will last forever”
Kuliah tentang Riset dan Publikasi Ilmiah
Prof Ted Yuchung liu menjelaskan proses riset dan publikasi ilmiah dengan sedarhana sehingga mudah dipahami. Istilah riset sendiri memiliki makna yang berbeda antara dunia akademik dan non akademik. Misalnya, seseorang bercerita “sebelum berangkat ke malang, saya riset dulu tentang makanan khas malang”. Makna ini tentu berbeda dengan riset dalam dunia akademik.
Riset dalam dunia akademik pun memiliki perbedaan metodologi, dalam dunia sosial science riset dengan metode/pendekatan kualitatif lebih dapat memberikan insight tertentu. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa metode/pendekatan kuantitatif tetap berperan memberikan gambaran realitas terhadap social science.
Baca pula Wakil Ketua Baznas Jawa Timur Lulus S3 PAI Multikultural
Dalam dunia publikasi pun, Prof. Ted menjelaskan harus berteman dengan jurnal. Berteman berati mengenal focus and scope jurnal mengetahui gaya selingkung dari jurnal tersebut. Prof Ted, menjelaskan bahwa jika artikel Anda ditolak oleh jurnal, burkan berati tulisan anda jelek. Meraka hanya tidak suka dengan tema tulisan Anda atau gaya tulisan anda.
Prof. Ted menjelaskan bahwa secara umum artikel ilmiah yang dipublikasikan menjadi 3 jenis: empirical studies, literature reviews and theory article. Studi empiris mengungkap bukti ilmiah dengan metodogi spesifik, baik kuantitatif maupun kualitatif. Sedanglang Literature tevie mengringkas nda menganalisis riset yang telah ada untuk mengindentifaksi trend dan menaarik kesimpulan. Sedangkan, Theory article mengemas ulang ide dengan lensa keilmuan interdisiplin sehingga menciptkan prespektif baru hingga menciptakan teorui baru.
Para mahasiswa pun antusias untuk bertanya dan diskusi berjalan hangat. 2 mahasiswa di antaranya dari prodi pendidikan agama islam dan pendidikan bahasa inggris antusias untuk bertanya.
Guru besar lulusan Inggris ini juga menjadi salah satu narasumber pada International conference yang akan diselenggarkaan oleh Fakultas Agama Islam (FAI). Terima kasih prof. Ted! (AL/PPS)

