Malang, 12 Juli 2025 — Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor peternakan. Bersama MyDesa Institute, Program Magister Peternakan UNISMA menggelar Semiloka, Short Course, serta Open Recruitment 1.000 inseminator muda. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Ali bin Abi Tholib lantai 7, Hall Abdurrahman Wahid, dan diikuti oleh 178 peserta secara luring dan daring dari berbagai daerah.
Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., hadir langsung membuka acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi UNISMA untuk mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang peternakan, dengan pengabdian kepada masyarakat. Rektor menegaskan bahwa UNISMA berkomitmen menjadi bagian penting dalam mencetak tenaga-tenaga profesional yang siap terjun langsung mendukung ketahanan pangan nasional.
Semiloka ini menghadirkan sejumlah tokoh dan pakar di bidang peternakan dan inseminasi buatan. Diskusi dipandu langsung oleh Chairman MyDesa Institute, Ir. Tony Setiawan, dan diisi oleh empat narasumber ahli. Salah satunya adalah Prof. Dr. Drs. Hadi Supratikta, MM., Peneliti Ahli Utama di bidang Iptek & Inovasi serta Ketua Harian Ikatan Peneliti dan Inovasi Pemerintahan Indonesia (IPINDO). Dalam pemaparannya, Prof. Hadi menekankan pentingnya peran organisasi profesi peneliti dalam mendukung pelatihan vokasional demi menciptakan efisiensi ekonomi. Ia menegaskan bahwa IPINDO merupakan satu-satunya organisasi profesi peneliti “plat merah” yang terlibat aktif dalam pengembangan kebijakan riset di lembaga pemerintahan.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Mudawamah, M.Si., ASEAN Eng., Guru Besar dalam bidang pemuliaan ternak, memberikan penjelasan mengenai pentingnya manajemen reproduksi sapi. Menurutnya, idealnya seekor sapi dapat beranak setiap tahun jika program inseminasi dilakukan secara tepat. Ia berharap ke depan, teknologi breeding mampu meningkatkan efisiensi sehingga peluang kebuntingan per kawin dapat ditekan hingga di bawah dua kali perkawinan.
Turut hadir pula drh. Ahmad Budi Purnawan, M.Si. yang membahas keterkaitan program strategis pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita dalam bidang ketahanan pangan di bidang peternakan. Ia juga memandu langsung demonstrasi teknis inseminasi buatan yang dilakukan di lapangan voli UNISMA. Narasumber terakhir, Susilo S.Pt., M.Pt., Ketua Umum Pervetindo, menekankan bahwa inseminator adalah profesi yang telah tercantum dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan hanya dapat dijalankan oleh individu yang telah tersertifikasi dan kompeten di bidangnya.
Semiloka ini juga paralelkan dengan penandatanganan kerja sama (PKS) di antaranya: 1) KPS Magister Peternakan dengan My Desa Institut, 2) Direktur Pascasarjana dengan IPINDO, serta 3) Magister Peternakan dengan IPINDO.
Semiloka ini juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan mitra strategis, seperti Mayjen TNI Rachmat Pudji Susetyo selaku Sahli SDA & LH Badan Intelijen Negara, perwakilan Korem 083/Bdj, Letnan Kolonel Inf Danu Prasetyo Komandan Kodim 0818/Malang–Batu atau yang mewakili, Drs. Ali Djamhuri Ak, M.Com, selaku Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Al Khusyu, serta Ali Usman, SE, M.Pd, Ketua Koperasi Sekunder Kopontren Gurem Bangkit (KGB).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dari gerakan masif mencetak 1.000 inseminator muda di Indonesia, yang tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan melalui peternakan modern, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. UNISMA dan MyDesa Institute berharap program ini mampu menjadi model sinergi antara kampus, dunia profesi, dan masyarakat dalam membangun masa depan pangan yang berkelanjutan.

