Mahasiswa S2 Peternakan Latih Peternak membuat Mineral Blok

Mahasiswa S2 Peternakan, Nur Faizzatul Ismiah, menyelenggarakan kegiatan penyuluhan bertajuk “Pemberdayaan Peternak Domba Melalui Pelatihan Pembuatan Mineral Blok” di Dusun Wetan Kali, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Kegiatan pada hari Ahad, 21 Desember 2025 ini dilakukan dalam rangka implementasi Kandidat Magister Mengabdi (KMM).

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam menyediakan pakan tambahan bernutrisi bagi ternak domba . Mineral blok merupakan pakan suplemen penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan ternak domba.

Melalui pelatihan ini, para peternak dari Kelompok Ternak Balung Serut diberikan pemahaman mengenai pentingnya mineral dalam pakan ternak. Pelatihan ini juga menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat mineral blok, dan teknik pembuatan yang tepat serta efisien. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, mulai dari teori hingga praktik pembuatan.

Baca pula Mahasiswa S2 Peternakan Lakukan Pelatihan Formulasi Pakan Konsentrat untuk Domba

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para peternak. Selama ini kami kesulitan menyediakan mineral tambahan untuk domba. Dengan adanya pelatihan ini, kami bisa membuat sendiri mineral blok dengan biaya yang lebih terjangkau,” ungkap Bapak Rohman.

Program Magister Mengabdi Unisma dirancang sebagai wujud kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat mahasiswa. Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan produktivitas peternakan domba di wilayah Balung Lor dan sekitarnya.

Nur Faizzatul Ismiah menyampaikan harapannya agar para peternak dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh secara berkelanjutan. “Semoga dengan adanya pelatihan ini, para peternak dapat meningkatkan kualitas ternak domba mereka, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga,” tutupnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pemberdayaan peternak lokal. (NF/AL/PPS)