Prof. Masud Said Berikan Solusi Menjawab Tantangan BPD saat Podcast dengan LPPI

Prof. Masud Said Berikan Solusi Menjawab Tantangan BPD

Prof. Mas’ud said membebarkan tantangan Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada podcast Bersama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Dipandu oleh Host Syarif Ipung, Prof Masud yang kini menjabat sebagai komisaris independent bank Jatim bercerita tentang pengalamannya dalam pengembangan otomoni daerah, baik dari tata kelola maupun ekonominya.

Prof Masud menyampaikan setidaknya ada 3 tantangan pengembangan BPD di Indonesia.

Tantangan pertama ialah persaingan digital. BPD menghadapi tekanan dari bebagai sisi, mulai dari bank digital dan bank umum besar. Sehingga,Transformasi digital menjadi kewajiban mutlak untuk bertahan.

“Kalau kita berkutat pada jalur tradisional, maka bank daerah akan ditinggalkan gen Z. generasi sekarang menginginkan layanan yang cepat dan aman.” Papar Prof Masud

Baca pula Bersama Mendiktisaintek, Prof. M. Mas’ud Said Soroti Strategi Penguatan SDM NU dan Kelembagaan ISNU

Tantangan kedua, permodalan. BPD sering kali memiliki ukuran yang terbatas dibandingkan bank nasional atau Himbara, yang membatasi daya saing mereka.

“Size BPD itu berbeda dengan Bank Himbara atau Bank Swasta, dan size BPD itu sesuai dengan keuangan APBD dan jumlah porsi yang diberikan sebagai permodalan”. Papar Prof Masud

Mengutip pernyataan OJK Prof Masud menjelaskan “Kalau Bank permodalannya di bawah 3 Trilliun, Perbankan itu tidak dapat berkembang. Ia harus di atas 11 triliun,”

Tantangan ketiga, ketergantungan di sektor konsumsi/belanja daerah. Banyak BPD masih sangat bergantung pada kredit konsumtif (seperti kredit ASN) dan belum optimal menggarap sektor produktif atau UMKM.

“Bagaimana opportunity di sektor kredit, kita kita harus dapat mengambangkan sektor kredit yang tidak hanya besar, namun juga berkualitas. Pun jika ada kredit produktif, masih sektor kecil”.

Baca pula Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar, Prof Mas’ud Said: Kemuliaan Tertinggi adalah Istiqomah pasca-Ramadhan

Tantangan-tantangan tersebut harus mampu bertahan (resilien) di tengah guncangan ekonomi dan serangan siber melalui penguatan tata kelola dan transformasi digital. BPD juga harus kompetetitif, mampu bersaing dengan bank lain melalui efisiensi dan inovasi layanan.  Tujuan akhirnya, BPD juga kontributif terhadap pembangunan daerah.

Menjawab tantangan BPD tersebut, solusi-solusinya telah dipaparkan dalam buku Prof. Masud Said berjudul “Bank Pembangunan Daerah Resilient, Competitive and Contributive”. Buku baru terbit diawal tahun 2026 ini diterbitkan oleh Penerbit Kompas dan bisa didapatkan melalui Gramedia. (PPS/AL)