3 Mahasiswa dari Bangka Belitung dan Pontianak Pertahakan Disertasi Saat Ujian Terbuka

Malang, mahasiswa program doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Multikultural yang berasal dari Bangka Belitung dan Pontianak menjalani ujian terbuka hari senin ini (12/07). Ada tiga mahasiswa yang ujian terbuka dari ini yaitu Subardi, S.Ag., M.KPd., Susintoi, S.Pd., M.Pd., dan Sri Wahyuni,, S.Pd.I., M.Pd.

Subardi mempertahankan disertasi yang berjudul Membangun Budaya Berbasis Nilai-Nilai Pendidikan Islam Multikultural (Kajian Etnografi di SMP Negeri 1 Pangkalan Baru Bangka Tengah).

Promovendus Subardi diuji oleh 7 dewan penguji, dipimpin oleh Rektor, Prof. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D., dibantu Prof. M. Mas’ud Said, M.M. 5 penguji lainnya ialah Prof. Dr. Nur Syam, M.Si., Prof. Dr. Imam Suprayogo, Prof. Dr. Maskuri, M.Si., Dr. Abd Jalil, M.Pd., Dr. Moh. Afifulloh, M.Pd.

Sesi ujian mahasiswa dari pontianak diuji oleh guru besar dan dosen dari IAIN Pontianak. Promovendus Susintoi diuji oleh Prof. Dr. Syarif, M.A. dan Promovenda Sri Wahyuni diuji oleh Prof. Dr. Ismail Ruslan, M.Si.

Susintoi, M.Pd., memaparkan disertasi yang berjudul Etos Kerja Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Sikap Toleran di tengah pluralisme Beragama; Kajian Fenomenologi tentang Implementasi Pendidikan Islam di Sekolah Dasar Negeri 55 Pontianak Barat.

Sri Wahyuni mempertahankan disertasinya berjudul “Menciptakan Hidup Harmoni Melalui Pendidikan Karakter Bangsa Perspektif Pendidikan Islam Multikultural di Universitas Tanjungpura”.

Kesan pesan lulusan

Subardi terima kasih kepada promotor dan co promotor, dan seluruh civitas akademika Universitas Islam Malang.Subardi juga menyampaikan terima kasih kepada Program 5000 doktor dari kemenag yang telah mendanai perkuliahan dan kampus IAIN Abdurrahman Shiddiq Bangka Belitung yang merekomendasikan untuk memperoleh beasiswa ini.

Susintoi merasa bahagia di Unisma karena diterima tanpa melihat background. ketika masuk UNISMA ial diperlakukan sama meski tidak memiliki dari background PAI. Susintoi juga berharap semoga ilmu menjadi memberi manfaat untuk sesama manusia.

Sri Wahyuni merasa bersyukur selama 3 tahun kurang 1 bulan.
Ada rasa asam, manis, pahit. Seperti naik role coaster selama menjalani perkuliahan. Nikmatnya menuntut ilmu. Pengalaman unisma sangat luar biasa, pembimbing unisma seperti orang tua idelogis yang membimbing saya.

Kesan pesan dari co-promotor.

Prof Mas’ud berpesan pada Subardi agar dengan selesainya program doktor ini dapat memberikan Doktor manfaat lebih tinggi kepada lembaga dan juga masyarakat. Prof Masud juga menyampaiakan Mohon maaf atas kesalahan yang tidak sengaja pada pembimbingan atau administrasi

Kepada Susintoi, Direktur Pascasarjana menyampaikan Selamat dan mengutip Al-Ankabut:69 . Walladzina jaahadu finaa Lahdiyannahum subulana. Yang artinya, Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.

“Kami para pembimbing hanya memberikan pengantar saja. Sisanya kesungguhan anda yang mengantarkan ada pada titik ini” tandas Prof Masud

 

Kepada Sri Wahyuni, Prof Mas’ud menyampaikan selamat dan merasakan kesungguhan dari Sri Wahyuni. Ini adalah awal dari perjalanan akademik untuk terus belajar, menjadi bekal dalam menyusun penelitian.

Promovendus Subardi dan Promovendus Susintoi lulus dengan sangat memuaskan. Sedankan Sri Wahyuni lulus dengan pujian. Lulusnya 3 mahasiswa ini mencerminkan perkuliahan di UNISMA dilakukan seacara inklusif dan menerima mahasiswa berasal dari berbagai seluruh pelosok Indonesia. (AL/PPS)