S3 PAI Selenggarakan Bedah Buku “Konflik, Perdamaian dan Resolusi Konflik”

bedah buku dengan dipandu oleh Dr Dwi Fitri Wiyono dengan Prof Masud said dan Prof Maskuri

Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Multikultural Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar bedah buku berjudul “Konflik, Perdamaian dan Resolusi Konflik” pada Ahad (7/9). Buku yang ditulis oleh Direktur Pascasarjana Unisma dan diterbitkan oleh Penerbit Kompas ini dibahas oleh  narasumber ahli dalam bidang Pendidikan Agama Islam, Prof. Dr. Maskuri, M.Si.

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana menegaskan bahwa konflik merupakan keniscayaan dalam kehidupan. Namun, perdamaian dan multikulturalisme hadir sebagai jalan keluar yang bersifat menyatukan.

“Perdamaian dan multikulturalisme itu ingredient-nya sama. Sama-sama ada tolong-menolong, toleransi, dan saling menghargai,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya reorientasi terhadap realitas empiris dalam pendidikan agama, termasuk menelaah peran kiai dan pendekatan pendidikan secara lebih menyeluruh untuk memperoleh gambaran yang utuh, baik dari sisi positif maupun negatif.

Rektor Unisma, Prof. Junaidi Mistar, turut hadir dan membagikan kisah perjuangan dalam mendirikan Program Studi S3 PAI Multikultural. Ia mengenang proses panjang pengajuan nomenklatur ke Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya program doktor tersebut.

“Kini Program Doktor PAI Multikultural telah meluluskan 132 doktor, dan menjadi rujukan bagi kampus lain, termasuk pendekatan interdisipliner di UIN Malang,” ungkapnya.

Samputan Ketua Pelaksana sekaligus Kaprodi S3 PAI, Prof. Dr. Djunaidi Ghony, M.A
Samputan Ketua Pelaksana sekaligus Kaprodi S3 PAI, Prof. Dr. Djunaidi Ghony, M.A
Sambutan sekaligus membuka acara oleh Rektor, Prof. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D
Sambutan sekaligus membuka acara oleh Rektor, Prof. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D

Acara bedah buku ini dipandu oleh Dr. Dwi Fitri Wiyono, M.Pd., yang juga memberikan catatan penting mengenai bagaimana buku ini dapat dijadikan referensi dalam pengembangan kurikulum pendidikan, baik dalam kebijakan makro, mikro, maupun meso.

Sebagai keynote speaker, Prof. Dr. Maskuri, M.Si., tidak hanya membedah isi buku, tetapi juga memaparkan materi bertajuk “Genealogi Pendidikan Islam Multikultural, yang menguraikan akar sejarah dan relevansi pendekatan multikultural dalam konteks pendidikan Islam kontemporer.

Acara ini dihadiri lebih dari 100 alumni dan dimeriahkan oleh penampilan Grup Musik Shoutun Nada, menjadikan suasana semakin semarak dan penuh antusiasme.

Bedah buku ini menjadi momen intelektual sekaligus reflektif, membangun kesadaran kolektif akan pentingnya perdamaian dalam masyarakat majemuk serta peran strategis pendidikan agama dalam mengelola konflik secara konstruktif.