#

UNISMA Lahirkan Doktor Pendidikan Islam Multikultural ke-17 dan ke-18

  • Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:02 WIB

Jumat, 14 Februari 2020, Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) melahirkan 2 Doktor Pendidikan Islam Multikultural ke-17 dan ke-18 pada sidang terbuka promosi doktor Program Doktoral Agama Islam Multikultural. Sidang diselenggarakan di Gedung Utsman Bi Affan Lantai 7.

Sidang pertama dilaksanakan pukul 08.30-11.30 dengan Promovendus Dediek Kurniawan, M.Pd.I dengan judul disertasi “Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam Penanaman Sikap Tasamuh Masyarakat (Kajian Kritis Stabilitas Kehidupan Kerukunan Antar Umat Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam di Dusun Ngepeh Kecamatan Ngoro dan Dusun Subontoro Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang”.

Sidang promosi ini diuji oleh 7 (tujuh) guru besar,  Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si dan Prof. Junaidi, M.Pd, Ph.D yang merangkap sebagai Promotor dan co-Promotor pada sidang pertama. Sedangkan penguji lainnya yaitu Prof. Dr. Muhammad Junaidi Ghoni, Prof. M. Mas’ud Said, Ph.D, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo dan Prof. Dr. Mulyadi, M.Pd.I dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Sesi sidang kedua diselenggarakan pukul 13.00-16.00 dengan Promovendus Eka Winarto Wahyudi, M.Pd.I dengan disertasi berjudul, “Social Pedagogy pada Muslim Etnis Minoritas; Konstruksi Muslim Tionghoa dalam Praksis Pendidikan Islam di Surabaya”.

Dilanjutkan dengan Prof. Dr. Yacub Cikusin, M.Si dan Prof. Dr. Agus Sugianto, S.T, M.P sebagai Promotor dan co-Promotor di sidang kedua, beserta Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, Prof. M. Mas’ud Said, Ph.D, Prof. Dr. Muhammad Djunaidi Ghoni, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo dan Prof. Dr. Mulyadi, M.Pd.I sebagai penguji tamu.

Riset pertama menganalisa secara kualitatif  mengenai Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Penelitian bertujuan mengkaji dan mengungkapkan nilai-nilai tasamuh yang diutanamkan FKUB dan juga penanaman sikap tasamuh masyarakat Jombang perspektif Pendidikan Agama Islam.  Subyek penelitian adalah masyarakat Dusun Ngepeh Kecamatan Ngoro dan Dusun Subontoro Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang.

Riset kedua menggunakan metode kualitatif dengan mengadopsi pendekatan fenomenologi. Ditemukan bahwa materi yang disampaikan dalam pendidikan Islam Tionghoa muslim berkaitan dengan dasar keislaman dan keimanan, pendidikan Islam Tionghoa muslim menjadi piranti untuk menguatkan sikap sosial yang cocok dengan karakteristik masyarkaat Indonesia, serta muslim Tionghoa telah melahirkan model pendidikan yang genuine karena berhasil mendesain pola edukasi yang tepat terhadap kelompoknya yang minoritas dengan tetap mempertahankan kulturnya sebagai seorang Tionghoa.

Kedua hasil disertasi dipresentasikan dengan sangat baik, bahkan keduanya mendapat predikat cumlaude sebagai hasil perkuliahan dan penelitian yang dilakukan.(NB/AL/PPS)