#

Prof. Ali Saukah, MA., Ph.D; Publikasi Ilmiah adalah sedekah

  • Sabtu, 07 Desember 2019 - 13:19 WIB

Prof. Ali Saukah, M.A., Ph.D menyampaikan bahwa publikasi ilmiah merupakan sedekah kepada kolega dan masyarakat umum. Pesan tersebut beliau sampaikan pada Author Workshop on Academic Writing and Publishing 2019 pada hari Sabtu, 7 Desember 2019. Agenda yang berlangsung selama 5 jam tersebut dilaksanakan di Hall Abdurrahman Wahid lantai 7.

Pembukaan Author Workshop on Academic Writing and Publishing 2019 dipandu open Dr. Pardiman, MM. Ketua pelaksana, Dr. Muthmainnah Mustofa, M.Pd merasa berbahagia atas kesediaan narasumber membagikan ilmu kepada mahasiswa pascasarjana Unisma. Prof. M. Mas'ud Said, Ph.D Direktur Pascasarjana memuji narasumber sebagai gurunya para guru besar. Beliau bernostalgia saat dulu berjuang untuk mencari peluang beasiswa, Prof. Ali adalah mentor yang memberi pengarahan sehingga beliau dapat melanjutkan kuliah di Adelaide Australia. 

Dalam workshop yang disampaikan Prof. Ali Saukah, MA., Ph.D berpesan bahwa melakukan publikasi ilmiah adalah sedekah dalam bentuk kebenaran dari hasil penelitian dan penemuan. Dengan diniatkan sedekah, penelitian dan publikasi ilmiah bisa menjadi pahala bagi peneliti.

Beliau memberikan tips untuk menaikkan hasil penelitian yang di submit tingkat nasional menjadi artikel ilmiah yang diiterima jurnal internasional. Salah satu caraya ialah dengan tanpa mencantumkan lokasi penelitian dan dibandingkan dengan penelitian serupa dari berbagai belahan dunia.

Berberapa pertanyaan juga muncul dari kalangan peserta, salah satunya tentang kebolehan dosen pembimbing dalam menyantumkan namanya pada jurnal yang ditulis mahasiswa bimbingannya.  Prof. Ali Saukah menjadwab dengan jelas, jika pembimbing itu intensif kepada thesis dan disertasi maka dia memiliki hak dicantumkan sebagai co-author. Ini adalah hak dosen, Prof Ali Saukah mengaku tidak selalu menggunakan hak tersebut, dosen memiliki tanggungjawab terhadap tulisan tersebut. Jika ternyata bobot tulisan tersebut kurang, atau melanggar etika ilmiah, maka dosen juga turut bertanggungjawab terhadap tulisan tersebut.  (AL/PPS)