#

Prof. Dr (HC). K.H Ma’ruf Amin; Mengunjungi UNISMA seperti Megunjugi Kerabat Sendiri

  • Rabu, 27 November 2019 - 14:43 WIB

KH Ma’ruf Amin, Wakil Pesiden Republik Indonesia menyatakan bahwa mengunjungi Unisma seperti mengunjungi kerabat sendiri. Pesan itu disampaikan saat Kuliah Umum “Spirit Islam Nusantara dalam Mengembangkan Ekonomi Ummat” yang diselenggarakan pada hari Rabu, 27 November 2019 di Auditorium Prof. KH. M Tholchah Hasan Gedung Bundar Al-Asyari.

Foto: Kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, didampingi istri,Gubernur  Jawa Timur dan Rektor UNISMA

Selain melaporkan perkembangan Unisma, Rektor Universitas Islam Malang juga menyampaikan bahwa Unisma siap menjadi mitra pemerintah dalam membangun Indonesia Cerdas sekaligus menjadi mitra dalam menangani radikalisme. Setelah sambutannya, Prof. Maskuri, M.Si memimpin deklarasi Universitas Islam Malang sebagai Kampus pelopor anti-radikalisme.

KH. Ma’ruf Amin merasa sangat dekat dengan Unisma. Beliau yakin,  Unisma sudah menyiapkan  NU untuk lepas landas 100 tahun kedua. Menurut KH. Ma’ruf Amin,tokoh-tokoh pendiri Unisma sangat menginspirasi, KH. Masjkur yang juga sebagai Pahlawan Nasional adalah Ketua Yayasan Unisma Pertama. KH. Ma’ruf Amin juga dekat dengan   (alm) KH. Tholchah Hasan, selaku senior di PBNU. Sedangkan (alm) Dr. Sofwan Chudhorie, merupakan rekan di DPR RI masa 1999—2004. “Selain itu anak saya adalah alumni Universitas Islam Malang” disambut tepuk  tangan meriah seluruh peserta kuliah umum di auditorium.

Dalam kuliah umum yang disampaikan Prof. Dr (HC). KH. Ma’ruf Amin bahwa pengembangan ekonomi umat dapat menjadi bagian untuk menangkal arah radikalisme. Dengan meningkatkan ekonomi umat, maka gap ekomomi yang menjadi argumentasi juga dikurangi. Penguatan ekonomi ummat yang berasal dari bawah ini lah yang dikembangkan K.H. Ma’ruf Amin digagas sebagai  Arus Baru Ekonomi Indonesia

Kuliah Umum beliau juga menekankan pada radikalisme. Deradikalisasi harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Bahkan, tidak hanya deradikalisasi, namun juga imunisasi terhadap radikalisme. Untuk meningkatkan imunitas berhadap  radikalime, diperlukan narasi-narasi kerukunan, toleransi, damai dan NU harus di garda terdepan dalam menangkal radikalisme.  (AL/PPS)