#

6 Alasan Kenapa Harus Kuliah di Pascasarjana Unisma

  • Sabtu, 10 Agustus 2019 - 10:30 WIB

Berikut setidaknya enam alasan kenapa harus kuliah di Pascasarjana Unisma.

1.Gedung Mewah, Fasilitas Wah

Jika memasuki Unisma di jalan MT Haryono, Kota Malang ini, kita akan disambut gedung-gedung megah. Salah satunya yang cukup mencolok adalah gedung di sisi barat. Ya, itulah Gedung Pascasarjana Unisma yang cukup megah.

Total ada tujuh lantai gedung Pascasarjana Unisma. Menariknya, gedung ini semuanya berintegrasi, jadi dalam artian, gedung ini hanya dipakai untuk Pascasarjana.”Sangat jarang sekali kampus Pascasarjana yang mempunyai gedung yang begitu megah seperti ini,” kata Direktur Pascasarjana Unisma Prof M. Mas’ud Said, MM, P.hD. 

Selain gedung yang menjulang tinggi, ketika masuk dalam gedung begitu nyaman. Hampir di semua ruangan ada Air Conditioner (AC). Tak hanya itu, ada juga lift yang mempermudah mengunjungi setiap lantai di kampus ini. Di Pascasarjana Unisma, ada laboratorium komputer dan laboratorium bahasa yang cukup presentatif. Ada juga ruang micro teaching, dan ruang konseling akademik.

Tak hanya itu, ada Aula di lantai tujuh yang mempunyai fasilitas seperti di hotel bintang empat.”Aula kami muat kurang lebih untuk 250 mahasiswa,” imbuh pria yang juga Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama’ (ISNU) Jawa Timur ini. Lebih istimewa lagi, gedung Pascasarjana Unisma ini dalam proses pembangunannya, proses ground breaking dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla.”Semoga Unisma semakin berkembang dengan bertambahnya gedung dan fasilitas. Sehingga akan menciptakan sumber daya manusia yang handal, termasuk dibidang wirausaha,” kata Wapres Jusuf Kalla saat melakukan ground breaking pada 2015 silam. Selain JK, Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri pernah berkunjung ke kampus kebanggan Nahdlatul Ulama’ (NU) ini.

2.Perpustakaan Satu Atap dengan Kompleks Perkuliahan

Suasana belajar yang nyaman, semakin lengkap di Pascasarjana Unisma karena di gedung yang sama, ada gedung perpustakaan. Dengan demikian, kesan ekslusif begitu terasa saat mengunjungi perpustakaan di gedung Pascasarjana. Jadi, selain ada perpustakaan pusat, juga ada perpustakaan khusus Pascasarjana.

Di perpustakaan Pascasarjana ini, juga terintegrasi dengan sistem online. Dengan demikian, Pascasarjana Unisma kian meneguhkan sebagai kampus berstandar nasional dan internasional.

Salah satu yang diterapkan adalah, meski pembelajaran dilakukan secara offline, tapi literatur untuk refrensi perkuliahan disediakan secara offline dan online.”Kami juga mempunyai tim Teknologi Informasi (TI) yang kuat, sehingga bisa menunjang perkuliahan,” imbuhnya.

3.Jurusan yang Komplit

Ada banyak program studi (prodi) di Pascasarjana. Untuk strata dua (S2) atau magister, ada sembilan program studi yakni Pendidikan Islam, Hukum Islam, Ilmu Hukum, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Manajemen, Ilmu Administrasi, Peternakan dan Kenotariatan. Sedangkan untuk program strata tiga atau doktoral, ada Pendidikan Agama Islam (PAI). Tak hanya itu, ada juga Beasiswa Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural, program ini merupakan program kerjasama dengan program 5000 doktor Ditjen Diktis Kementrian Agama Republik Indonesia (RI) tahun 2019.

4.Pengakuan dari BAN PT

Salah satu indikasi kesuksesan Pascasarjana Unisma adalah pengakuan dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN PT).”BAN PT telah menyatakan bahwan program-program studi yang ada di Pascasarjana Unisma telah terakreditasi,” kata Mas’ud Said yang merupakan peraih gelatr doktor (PhD) ilmu pemerintahan dari School of Political and International Studies- Flinders University – Adelaide – Australia melalui beasiswa AusAid.

5.Pengakuan dari Pemerintah

Pengakuan oleh pemerintah dalam bentuk penempatan mahasiswa beasiswa dari pemerintah, yaitu pada Program Studi Hukum Islam mulai tahun akademik 2010/2011 dan Program Studi Pendidikan Islam mulai tahun akademik 2011/2012 sampai sekarang. Pengakuan ini menunjukan kalau Pascasarajana Unisma menjadi salah satu andalan pemerintah dalam menciptakan lulusan yang berkualitas."Ketika Menteri Riset dan Teknologi (Prof Dr Mohammad Nasir Ph.D) berkunjung ke Unisma, beliau sepakat kalau Unisma adalah kampus unggulan di Indonesia," kata Prof Mas'ud.

6.Pengakuan dari Masyarakat

Pengakuan oleh masyarakat yang ditandai oleh peningkatan jumlah mahasiswa yang mendaftar dan yang diterima di masing-masing program studi yang ada di Unisma. Saat ini, dengan manajemen yang baru, Pascasarjana Unisma berharap akan semakin menjadi kepercayaan masyarakat.”Dengan manajemen yang baru saat ini, kita lebih profesional dan modern,” kata pria yang pernah menjadi staf khusus menteri sosial ini.

 

 

Raih Akreditasi A, Prodi Pascasarjana Unisma Bisa jadi Pilihan Utama

Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi pilihan yang tepat untuk kuliah. Selain enam alasan yang diulas dalam berita sebelumnya, juga ada beberapa keunggulan lain yang masih dimiliki oleh kampus yang mempunyai jargon Dari Nahdlatul Ulama’ (NU), untuk Indonesia, dan Peradaban Dunia ini.

Salah satu keunggulan paling gres adalah, pada jum’at (10/5) lalu, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) memberi akreditasi A terhadap Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Unisma.

Menurut Direktur Pascasarjana Unisma Prof M. Mas’ud Said, MM, Ph.D, kesuksesan Pascasarjana Unisma ini tidak terlepas dari dorongan dan arahan Rektor Unisma Prof Dr Masykuri Bakri M.si.”Berkat dorongan beliau, kepercayaan dari pemerintah, masyarakat, dan stackholder lain bisa muncul,” kata Mas’ud Said

Terkait akreditasi A yang diraih program studi PAI, menurut pria yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia (RI) Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah ini, akreditasi tertinggi ini diberikan karena kajian tentang pendidikan islam di Unisma cukup bagus.”Dan menjadikan program studi kami ini sebagai program studi unggulan,” imbuhnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini menambahkan, untuk program studi lain, dalam beberapa hari kedepan akan dilakukan assesmen oleh BAN PT. Ada dua prodi yang akan dilakukan assesmen yakni program studi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.”Kami yakin dengan peningkatkan kualitas layanan, peningkatkan kualitas dosen, penelitian dan pengabdian masyarakat, prodi-prodi tersebut akan mendapatkan hasil terbaik,” imbuhnya.

Selain itu, di Pascasarjana Unisma, semua dosen yang mengajar, mempunyai gelar doktor dan profesor.”Doktornya 70 persen, dan 30 persennya profesor,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sosial ini.”Ada juga pengajar yang sudah berpengalaman dibidangnya masing-masing, selain saya ada Prof Shodiqi yang pernah menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi,” kata dia.

Tak hanya itu, keunggulan lain yang jarang dimiliki oleh kampus lain adalah networking. Sebagai kampus unggulan yang berjejaring dengan organisasi kemasyarakatan terbesar yakni Nahdlatul Ulama’, Unisma cukup mempunyai networking.

Salah satu buktinya, beberapa waktu lalu Unisma menggelar acara bergengsi yakni Global Summit of University Leader. Acara ini dihadiri oleh para rektor luar negeri dan seratus perguruan tinggi di bawah Nahdlatul Ulama’ (NU).”Jadi dengan kuliah di Unisma, maka mahasiswa akan mendapatkan networking yang begitu luas,” pungkasnya.