Direktur Pascasarjana Sampaikan Multikulturalisme di IAI Tribakti Kediri

prof masud menyampaikan multikulturalisme

Direktur Pascasarjana, Prof. H. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D menyampaikan makalah pendidikan multikulturalisme di Institute Agama Islam Tribakti Kediri. Prof. Mas’ud Said menyampaikan makalah tersebut pada International Conference & Call For Paper dengan tema “Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Islam Berbasis Moderasi Agama”. Konferensi yang diadakan oleh kampus yang terintegrasi dengan Pesantren Lirboyo tersebut dilaksanakan pada 15 Maret 2022.

Prof. M. Masud Said turut menegaskan bahwa ide multikulturalisme sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat indonesia sudah mengenal dan melaksanakan Pancasila.

Baca pula Pascasarjana Unisma Sambut Silaturrahim dari IAIM NU Metro Lampung

Prof Masud menjelaskan bahawa Multikulturalime adalah paham yang mengedepankan kebersamaan, saling menghormati perbedaan, memberi peluang hidupnya sebuah situasi kebhinnekaan baik dari segi asal muasal, etnik, religi maupun sosial budaya.

Alumni dari Flinders University tersebut menjelaskan bahwa promotornya dahulu mengakui multikulturalisme Indonesia. Promotor beliau adalah Prof James W. Schiller, Guru besar dari Autalia tersebut kagum dengan pandangan multikultural seperti Gus Dur.

James W Schiller awalnya meneliti fenomena sosial di Kab Jepara, Jawa Tengah. Kemudian mualaf melihat realitas Indonesia yang muslim dan toleran. Kini James W Schiller telah wafat pada 2018 lalu.

Ketua ISNU Jawa Timur tersebut juga mempotrrt Gus Dur sangat spiritualis walau mungkin dianggap (oleh sebagian orang) kurang religius. Kata Gus Dur: “guru spiritulitas saya adalah realitas, guru realitas saya adalah spiritual”. Dia sering mengatakan kejadian yang akan datang dengan tepat misalnya beberapa bulan sebelum dia menjadi presiden RI dia sudah memprediksinya.

Baca pula Pascasarjana Kunjungi UPT TIKP Dindik Jatim untuk Belajar Integrasi Data Pokok

Prof masud berharap kedepannya berharap agar IAI Tribakti segera menjadi Universitas. Serta Tribakti bisa memperluas dan memploliferasi ajaran aswaja ke dunia internasional dengan lebih metodologis melalui pesantren.

Selain prof Masud, Prof. Imam Suprayogo, yang selaku Dewan Pembina Yayasan Unisma turut menjadi pembicara pada International Conference ini. Prof . Imam Suprayogo menjelaskan bahwa Pesantren adalah role model pendidikan yang menyelamatkan pendidikan di Indonesia. (AL/PPS)